FI’IL AMR & FI’IL NAHYI

FI’IL AMR & FI’IL NAHYI

  1. Fi’il Amr dan Pembentukannya

(أمّا الأمرُ بالصِّيغَةِ) وهو أمرُ الحاضِرِ فهو جارٍ على لفظِ المضارِعِ المَجْزُومِ.

Adapun fi’il amr dengan shîghat aslinya adalah bentuk perintah kepada orang yang hadir (lawan bicara). Dia berproses seperti halnya fi’il mudhâri yang dijazemkan.

Maksudnya, fi’il amr itu dibuat dari fi’il mudhari’ dengan cara:

  1. Buang huruf mudhâra’ah-nya! Lalu, jika huruf setelahnya:
  2. Berharakat, biarkan!
  3. Sukun, tambahkan alif dan harakati kasrah, kecuali jika huruf ketiganya berharakat dhammah maka dia diharakati
  4. Perhatikan huruf terakhirnya, jika berupa huruf:
  5. Shahîh, sukunkan!
  6. ‘Illat, buang!
  7. Ber-tasydîd, fat-hahkan!
  8. Contoh Pembentukan Fi’il Amr

Soal: Terapkanlah kaidah pembentukan fi’il amr dan fi’il nahyi di atas untuk membentuk shîghat fi’il amr dan fi’il nahyi dari kata-kata dasar عَبَدَ, غَفَرَ, وَصَفَ, وَقَى, وَلَّى, اِرْتَدَّ, dan اِسْتَقَامَ !

  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar عَبَدَ adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَعْبُدُ dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi عْبُدُ. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika sukun maka tambahkan huruf alif di depannya , sehingga menjadi اعْبُدُ. Lalu harakati dhammah karena karena huruf ketiganya berharakat dhammah.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahih maka sukunkan! Menjadi اُعْبُدْ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar غَفَرَ adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَغْفِرُ dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi غْفِرُ. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika sukun maka tambahkan huruf alif di depannya , sehingga menjadi اغْفِرُ. Lalu harakati kasrah karena karena huruf ketiganya bukan berharakat dhammah.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahîh maka sukunkan! Menjadi اِغْفِرْ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar وَصَفَ adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَصِفُ dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi صِفُ. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika berharakat maka biarkan.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahîh maka sukunkan! Menjadi صِفْ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar وَقَى adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَقِى dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi قِـى. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika berharakat maka biarkan.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahîh maka sukunkan! Menjadi قِ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar وَلَّى adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يُوَلِّـى dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi وَلِّـى. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika berharakat maka biarkan.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahîh maka sukunkan! Menjadi وَلِّ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar اِرْتَدَّ adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَرْتَدُّ dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi رْتَدُّ. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika sukun maka tambahkan huruf alif di depannya , sehingga menjadi ارْتَدُّ. Lalu harakati kasrah karena karena huruf ketiganya bukan berharakat dhammah.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf bertasydîd maka harakati fat-hah! Menjadi اِرْتَدَّ.
  • Pembentukan shîghat fi’il amr dari kata dasar اِسْتَقَامَ adalah berasal dari shîghat fi’il mudhârinya يَسْتَقِيْمُ dengan cara:
  1. Pertama-tama buang huruf mudhâra’ahnya sehingga menjadi سْتَقِيْمُ. Lalu perhatikan keadaan huruf setelahnya! Jika sukun maka tambahkan huruf alif di depannya, sehingga menjadi اسْتَقِيْمُ. Lalu harakati kasrah karena karena huruf ketiganya bukan berharakat dhammah.
  2. Langkah kedua, perhatikan huruf terakhirnya! Jika berupa huruf shahîh maka sukunkan! Menjadi اِسْتَقِمْ.
Fi’il Nahyi Fi’il Amr Fi’il Mudhari Fi’il Madhi
  اعْبُدْ يَعْبُدُ عَبَدَ
  اِغْفِرْ يَغْفِرُ غَفَرَ
  صِفْ يَصِفُ وَصَفَ
  قِ يَقِـى وَقَـى
  وَلِّ يُوَلِّـى وَلَّـى
  اِرْتَدَّ يَرْتَدُّ اِرْتَدَّ
  اِسْتَقِمْ يَسْتَقِيْمُ اِسْتَقَامَ
  1. Fi’il Nahyi dan Pembentukannya

Fi’il Nahyi adalah kata kerja yang bermakna larangan. Fi’il nahyi dibentuk dari shîghat fi’il mudhâri’ dengan cara:

  1. Pastikan huruf mudhâra’ahnya menggunakan huruf ta dan tambahkan kat لاَ (jangan) di depannya!
  2. Perhatikan huruf terakhirnya, jika berupa huruf:
  3. Shahih, sukunkan!
  4. ‘Illat, buang!
  5. Ber-tasydid, fat-hahkan!

 

  1. Contoh Pembentukan Fi’il Nahyi

Shîghat fi’il nahyi itu sebetulnya dia adalah fi’il mudhâri dengan pelaku (fâ’il) berupa kata ganti orang kedua (dhamîr mukhathab) yang dibubuhi kata لاَ (jangan) di depannya. Lalu akhirannya dijazmkan.

  • تَفَكَّرَ ß يَتَفَكَّرُ Û لاَ تَتَفَكَّرْ
  • تَوَلَّى ß يَتَوَلَّى Û لاَ تَتَوَلَّ
  • أَحَلَّ ß يُحِلُّ Û لاَ تُحِلَّ
  • وَقَـى ß يَقِـى Û لاَ تَقِ

 Fi’il Nahyi

Fi’il Amr Fi’il Mudhari Fi’il Madhi
لاَ تَعْبُدْ   يَعْبُدُ عَبَدَ
لاَ تَغْفِرْ   يَغْفِرُ غَفَرَ
لاَ تَصِفْ   يَصِفُ وَصَفَ
لاَ تَقِ   يَقِـى وَقَـى
لاَ تُوَلِّ   يُوَلِّـى وَلَّـى
لاَ تَرْتَدَّ   يَرْتَدُّ اِرْتَدَّ
لاَ تَسْتَقِمْ   يَسْتَقِيْمُ اِسْتَقَامَ

Coba kamu buatkan fi’il amr dan fi’il nahyi dari kata-kata dasar berikut!

Fi’il Nahyi Fi’il Amr Fi’il Mudhari Fi’il Madhi
    يَعَضُّ عَضَّ
    يُحَقِّقُ حَقَّقَ
    يُوَحِّدُ وَحَّدَ
    يُنَجِّى نَجَّى
    يَهْتَدِى اِهْتَدَى
    يَتَّقِى اِتَّقَى
    يَسْتَقِلُّ اِسْتَقَلَّ
    يَنْقَادُ اِنْقَادَ
    يَتَبَيَّنُ تَبَيَّنَ

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.