Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

Halaman ini akan menjelaskan tentang pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

A. Mayoritas Kosa Kata Bahasa Arab Berpola

Pernahkah Anda memperhatikan beberapa kosa kata bahasa Arab yang sudah Anda hafal? Seperti kata:

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

Jika Anda perhatikan setiap kata yang ada dalam satu kelompok kata di atas, dengan cara menghitung jumlah hurup penyusunnya dan memperhatikan harakat-harakatnya, kamu akan mendapati bahwa kata-kata yang berada dalam satu kelompok tersebut memiliki pola-pola yang sama.

Coba Anda perhatikan kata-kata berikut! Apakah sepola dengan kelompok pertama, kedua, atau ketiga?

Coba Anda berikan harakat pada kata-kata berikut dengan benar!

Begitulah, ternyata mayoritas kata berbahasa Arab itu berpola dengan pola-pola tertentu dan sangat teratur. Pola-pola ini dapat dipelajari dalam disiplin Ilmu Sharaf.

B. Ilmu Sharaf

Ilmu sharf adalah cabang ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari asal-usul pembentukan kata. Di dalamnya dipelajari tentang:

  1. Pola-pola kata dasar dan kata-kata turunan.
  2. Cara membuat kata-kata turunan dari kata-kata
  3. Perubahan bentuk kata jika dinisbatkan dengan unsur kata lainnya.

C. Mengenal Istilah dalam Ilmu Sharf

1. Wazn

Wazn artinya pola kata. Umumnya dengan menggunakan variabel huruf-huruf fâ (ف), ‘ain (ع), dan lâm (ل) untuk pola akar kata dasar. Sedangkan pada pola-pola kata turunan ditambah dengan beberapa huruf imbuhan (huruf zã-idah).

Contoh:

  1. Wazn dari kata عَلِمَ adalah  فَعِلَ
  2. Wazn dari kata عَالِمٌ adalah  فَاعِلٌ
  3. Wazn dari kata اِسْتَغْفَرَ adalah  اِسْتَفْعَلَ

2. Mawzûn

Mawzûn artinya kata berpola. Seperti kata عَلِمَ dan حَمِدَ adalah kata berpola فَعِلَ , kata عَالِمٌ adalah kata berpola فَاعِلٌ, kata مُسْلِمٌ adalah kata berpola مُفْعِلٌ, dan sebagainya.

3. Muqâbalah

Muqâbalah artinya pemolaan kata. Perhatikan kelompok kata berikut ini!

D. Kata Dasar dan Polanya

Ketahuilah, bahwa dalam ilmu tata bahasa Arab, yang dikategorikan sebagai kata dasar adalah fi’il mâdhi ( kata kerja yang menunjukkan makna yang telah lewat) seperti:

  • عَلِمَ (-sudah-mengetahui)
  • بَصُرَ (-sudah-melihat)

Fi’il mâdhi itu dapat diketahui melalui bentuk polanya, yaitu:

  • فَعِلَ seperti pada kata عَلِمَ (mengetahui)
  • فَعَلَ seperti pada kata كَتَبَ (menulis)
  • فَعُلَ seperti pada kata بَصُرَ (melihat)

____karena kata-kata dasar seperti di atas hanya tersusun dari 3 huruf saja maka dia disebut fi’il tsulâtsi mujarrad.

  • فَعَّلَ seperti kata سَبَّحَ (bertasbih); dari akar kata سبح
  • أَفْعَلَ seperti kata أَرْسَلَ (mengutus); dari akar kata رسل
  • فَاعَلَ seperti kata قَاتَلَ (berperang); dari akar قتل
  • تَفَعَّلَ seperti kata تَفَكَّرَ (berpikir); dari akar kata فكر
  • تَفَاعَلَ seperti kata تَبَارَكَ (suci); dari akar kata برك
  • اِفْتَعَلَ seperti kata اِخْتَلَفَ (berselisih) ; dari akar kata خلف
  • اِنْفَعَلَ seperti kata اِنْقَلَبَ (terbalik); dari akar kata قلب
  • اِسْتَفْعَلَ seperti kata اِسْتَغْفَرَ (meminta ampun); dari akar kata غفر

____ karena kata-kata dasar tersebut tersusun dari 3 huruf pokok yang telah ditambah huruf-huruf zâ-idah  maka selanjutnya dia disebut fi’il tsulâtsi mazîd.

Coba kamu masukkan kata-kata dasar berikut ke dalam kotak  sesuai dengan jenisnya!

اِسْتَقَامَ، قَوَّمَ، قَامَ، حَسِبَ، اِحْتَسَبَ، نَزَلَ، نَزَّلَ، أَنْزَلَ، وَجَبَ، اِسْتَوْجَبَ، جَعَلَ، سَمِعَ، اِسْتَمَعَ، سَمَّعَ، حَمِدَ، وَلِـيَ، نَوَى، قَال، ضَاعَ، وَضَعَ، وَدَّعَ، اِنْقَطَعَ، ضَارَّ

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

E. Bangunan Kata

Tidak semua hurup pokok penyusun suatu kata dasar berupa huruf-huruf shahîh. Ada juga kata-kata dasar yang sebagian hurup pokok penyusunnya berupa huruf-huruf ‘illat, yakni hurup alif, wawu, dan ya.

Berdasarkan jenis hurup pokok penyusunnya, kata-kata dasar itu dikelompokkan menjadi:

  • Fi’il Binâ Sâlim, jika semua huruf pokoknya berupa huruf-huruf shahîh, bebas dari huruf hamzah, dan pendobelan seperti kata كَتَبَ (menulis), اسْتَغْفَرَ (minta ampun), dsb.
  • Fi’il Binâ Mahmûz, jika salah satu huruf pokoknya berupa huruf hamzah seperti أَكَلَ (makan), سَأَلَ (meminta), dan نَشَأَ (tumbuh, berkembang).
  • Fi’il Binâ Mudhâ’af, jika huruf pokok kedua dan ketiganya sama seperti kata رَدَّ (mengembalikan); aslinya رَدَدَ.
  • Fi’il Binâ Mitsâl, jika huruf pokok pertamanya berupa huruf ‘illat seperti وَجَبَ (wajib) dan يَسَرَ (mudah).
  • Fi’il Binâ Ajwaf, jika huruf pokok keduanya berupa huruf ‘illat seperti قَالَ (mengatakan), اسْتَقَامَ (lurus), dan sebagainya.
  • Fi’il Binâ Nâqish, jika huruf pokok ketiganya berupa huruf ‘illat seperti دَعَا (mengajak) dan نَهَى (melarang).
  • Fi’il Binâ Lafîf, jika huruf pokok kedua dan ketiganya berupa huruf ‘illat seperti نَوَى (meniatkan).
  • Fi’il Binâ Multawi, jika huruf pokok pertama dan ketiganya berupa huruf ‘illat seperti وَقَـى (melindungi).

Pembentukan kata-kata turunan dari kata-kata dasar yang bukan bina salim  itu  tidak sama persis dengan polanya. Perhatikan contoh berikut ini!

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

Coba kamu perhatikan kata-kata dasar berikut lalu kamu masukkan ke dalam kotak sesuai dengan jenisnya!

وَقَعَ، مَنَعَ، جَعَلَ، ضَرَبَ، قَامَ، نَوَى، قَوَى، وَلِـيَ، سَمِعَ، بَاتَ، بَاعَ، وَضَعَ، وَجَبَ، وَجَدَ، نَهَى، رَأَى، أَمَلَ، مَلَأَ، لاَمَ، نَشَأَ، بَلَغَ، حَضَّ، عَضَّ، وَعَى، فَرَّ، نَجَحَ، قَرَأَ

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

F. Dua Jenis Tashrîf

Sudah dijelaskan di muka bahwa tashrîf artinya mengubah bentuk suatu kata dari bentuk dasar ke dalam bentuk-bentuk lainnya. Tashrif ada 2 jenis, yaitu:

1. Tashrif Istilahi atau disebut juga Tashrîf Ushûl

yaitu mengubah kata dasar dari bentuk (shîghat) fi’il mâdhi kepada shîghat fi’il mudhâri, mashdar, fi’il amr, fi’il nahyi, isim fâ’il, isim maf’ûl, isim zamân, isim makân, dan isim alat. Contoh tashrîf kata كَتَبَ berikut ini:

  • كَتَبَ (-sudah- menulis); shîghat fi’il mâdhi
  • يَكْتُبُ (-sedang/akan- menulis); shîghat fi’il mudhâri
  • اُكْتُبْ (tulislah!); shîghat fi’il amr
  • كَاتَبٌ (yang menulis); shîghat isim fâ’il

2. Tashrîf Lughawi

yaitu perubahan kata karena idhâfah (disandarkan) kepada kata lainnya, tidak menimbulkan perubahan jenis kata, seperti perubahan kata kerja yang didasarkan pada subjeknya dan sebagainya. Contoh:

1. Perubahan kata كَتَبَ (sudah menulis) berdasarkan subjeknya:

  • كَتَبْـــــــــنَا (kami –sudah- menulis)
  • كَتَبْـــــــتِ (kamu pr. -sudah- menulis)
  • كَتَبْـــــــتَ (kamu lk. -sudah- menulis)
  • كَتَبْــــــتُ (aku -sudah- menulis)

2. Perubahan kata يَكْتُبُ (sedang menulis) berdasarkan subjeknya:

  • يَــــــكْتُبُ (dia –sedang- menulis)
  • تَــــــكْتُبُ (kamu lk. -sedang- menulis)
  • نَــــــكْتُبُ (kami –sedang- menulis)
  • أَكْتُبُ (aku -sedang- menulis)

3. Perubahan kata كَاتِبٌ berdasarkan jenis kelamin dan jumlahnya:

  • كَاتِبٌ / كَاتِبَةٌ (seorang penulis lk./pr.)
  • كَاتِبَاْنِ / كَاتِبَتَاْنِ (dua orang penulis lk. / pr.)
  • كَاتِبُوْنَ / كَاتِبَاتٌ (beberapa orang penulis lk. / pr.)

Coba kamu ubah kata-kata berikut seperti contoh!

Pendahuluan At Taysir Dasar Memahami Ilmu Sharaf

Leave a Reply

Your email address will not be published.